• Posted by : BeritaSentana4D Feb 16, 2017



    BeritaSentana4D - Nama Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, terseret dalam curhatan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar. Pada Selasa 14 Februari kemarin, Antasari tiba-tiba membongkar awal mula kasus hingga dirinya dikaitkan dengan kisah cinta segitiga dan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

    Dalam jumpa pers di Bareskrim, Antasari menceritakan secara lengkap kasus yang membuat dirinya divonis penjara 18 tahun. Antasari menyebut, ada peran Hary Tanoe.

    Dikatakan Antasari, sekitar Mei 2007, bos MNC Grup itu sempat datang ke rumahnya pada malam hari. HT, begitu dia disapa, melobi Antasari agar tak menjebloskan Aulia Pohan yang juga besan SBY. Saat itu, posisi SBY sebagai Presiden.

    "Ada orang malam-malam ke rumah saya. Orang itu, Hary Tanoesoedibjo. Dia diutus Cikeas, siapa orang Cikeas? Dia diminta untuk bilang ke saya tak menahan Aulia Pohan," beber Antasari.

    Saat itu, Antasari masih menjabat sebagai ketua KPK. Kebetulan, saat itu KPK baru saja menetapkan Aulia Pohan sebagai tersangka kasus penarikan dana Rp 100 miliar dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia.

    "Dia (HT) bilang 'Saya datang membawa misi menemui bapak," kata Antasari menirukan ucapan Harry Tanoe saat itu.

    "Saya bilang saya enggak bisa karena ada aturannya di KPK, statusnya sudah tersangka jadi harus ditahan," ujar Antasari

    "Tolonglah Pak," pinta HT.

    "Saya bilang saya memilih profesi hukum, resiko apa pun saya terima setelah saya ngomong hari ini," ujar Antasari.

    HT mengaku dirinya bisa didepak dari Cikeas bila misi yang diembannya gagal.

    "Waduh Pak, kalau saya tidak bisa penuhi target, saya pulang, saya ditunggu nih pak untuk laporannya," kata Antasari kembali menirukan ucapan HT.

    Antasari kemudian berpesan pada HT agar menyampaikan apa yang terjadi dalam pertemuan mereka. Dia memohon maaf tidak bisa mengabulkan permintaan Cikeas.

    "Ya sudah laporkan saja sudah ketemu saya, saya sudah jelaskan seperti itu, mohon maaf tidak bisa memenuhi permintaannya, jawab seperti itu," kata Antasari.

    "Saya bisa ditendang pak dari cikeas," kata HT lagi saat itu.

    "Itu urusan anda," kata Antasari

    "Tapi bapak harus hati-hati," ucap HT.

    "Sudah kok, saya sudah memilih sebagai penegak hukum," kata Antasari.

    Kedatangan HT saat itu, lanjut Antasari, jelas menunjukkan bentuk intervensi dari Pemerintah saat itu.

    "Untuk apa dia menyuruh HT datang ke rumah saya malam malam sebagai ketua KPK. Nah apakah masih bisa kita sebutkan SBY tak intervensi perkara? Ini bukti untuk tidak menangani, menahan Aulia Pohan? Tapi saya ndak bisa terus katakan kepada petinggi penegak hukum katanya Antasari liar, tak bisa dikendalikan lagi. Diproses inilah yang terjadi," tegas Antasari. Lalu apa reaksi Hary Tanoe?

    Mendengar namanya diseret dalam polemik Antasari vs SBY, Hary Tanoe tidak tinggal diam. Dia memberikan klarifikasi. Disebutnya Antasari telah melakukan fitnah.

    "Jawabannya cuma satu ya fitnah kok ditanggapi. Sudah ya. Semua jangan ditanggapi kita kerja produktif," kata Harry Tanoesoedibjo dengan wajah merah dan nada tinggi sambil meninggalkan wartawan di DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (15/2).

    HT sempat berbalik arah kembali menuju para wartawan. Saat kembali dicecar soal ocehan Antasari, dia ketus menjawab.

    "Kan saya bilang fitnah kok ditanggapi," kata HT.

    Meski demikian, dia belum memutuskan apakah akan mengambil langkah hukum atau tidak terkait ucapan Antasari yang menyeret namanya. Dia mengatakan tidak ingin namanya dibesar-besarkan terkait hal tersebut.

    "Pak SBY kan sudah ambil langkah hukum biar saya lihat dulu ngapain juga ramai-ramai. Kalau SBY sudah beres artinya semua orang bisa tahu," tegas Hary Tanoe.

    Tak hanya Hary Tanoe yang memberikan bantahan atas tudingan Antasari. Aulia Pohan, yang dianggap Antasari sebagai asal muasal kasusnya, juga memberikan tanggapan. Aulia tidak banyak bicara, dia menegaskan tidak pernah terkait di antara polemik Antasari dengan SBY.

    "Sudah pensiun ditanya-tanyain," singkat Aulia saat ditemui usai memberikan hak suara di Pilgub DKI di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 6, Jalan Cibeber, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/2).

    Menurut Aulia, penjelasan panjang lebar SBY di rumahnya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, sudah sangat cukup menjawab segara hal yang disampaikan Antasari.

    "Tanya SBY. Semalam sudah bagus," kata dia.

    Saat ditanya soal pernyataan Antasari menyebutkan adanya intervensi SBY dalam kasus membelit dirinya, Aulia menjawab dengan nada yang tinggi. "Ya enggak lah," tegasnya.

    Source : Merdeka.com

    0 comments

  • Copyright © 2013 - Unbreakable Machine Doll - BeritaSentana4D - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan